seribu satu daun
seribu satu daun seribu satu daun mengering dan gugur, tapi tidak aku. seratus satu ranting mengering dan patah, tapi tidak aku. sepulu...
seribu satu daun seribu satu daun mengering dan gugur, tapi tidak aku. seratus satu ranting mengering dan patah, tapi tidak aku. sepulu...
kepada sang tamu kepada sang tamu : sebuah puisi Odhys ini negeri aneh, tuan ibu kotanya sebuah hati yang lapuk suatu saat k...
aku dan sinta dan pelangi untuknya # gamang di sepenggal zaman ku bayang wajah mu ...
duduk diam dalam sahaja bisik angin mengurai berisik gaduh sauh yang mengaduh meratap ombak yang mengg...
tanya tak terjawab sempurna Jika saja, ku jawab tanya mu tanpa ragu mungkin, saat ini jarak tidak memisahkan kita terlampau j...
disana, bahkan mereka alpa itu ada, hamparan luas bersekat padat menyesakkan, dan nyala api tak lagi mampu menerangi, terhalang jelaga h...
bermahkota berjubah bertongkat musa sudah, hentikan saja keluh kesahmu. campakkan saja agama para pemuka negerimu. yang membuat me...
ketika ku rindu , kau bilang belum waktu ku.. ketika ku tunggu, kau singkap pintu taman untuk diri ku ku hirup.. semerbak wangi bung...
Saat Kita Menjadi Musa anak-anak yang tak paham hukum merengek-rengekkan keadilan waktu ke waktu hus, diamlah ! kataku. Diamlah seb...