Kisah Cinta
- bagi si Penempuh Jalan
Dalam luapan rindu dan selimut mimpi
Aku menggaulinya bagai seorang kekasih
Kami bersetubuh dan lebur jadi satu
O, inilah cinta yang tak kuasa buat kucegah
tapi engkau datang dalam jubah Nabi
Menuduhku bercinta tak pada tempatnya
Berselingkuh, berzina dan menodai kesucian
memaksaku bertobat atau pasrah untuk dirajam
Sambil menyodorkan kitab peraturan

Aku bingung, wahai kekasih
Tubuhku terbakar oleh bara api di hati
Namun dia senantiasa datang dengan tuduhan
Bahwa ini tindakan kafir dan gila-gilaan
O, suara siapa yang patut kudengar?
: "Dengarlah suaraku,"kata Tuhan
( Dia menolak keangkuhan seseorang
Yang masih terbelenggu oleh aturan )
: 'Saat berada di dalam rumahKu
Tak lagi diperlukan arah kiblat, kata Tuhan
( Rambu-rambu di jalan raya tak lagi diperlukan
Ketika si Pejalan sudah tiba di rumah tujuan )
puisi Odhy's , RSGS
Dalam luapan rindu dan selimut mimpi
Aku menggaulinya bagai seorang kekasih
Kami bersetubuh dan lebur jadi satu
O, inilah cinta yang tak kuasa buat kucegah
tapi engkau datang dalam jubah Nabi
Menuduhku bercinta tak pada tempatnya
Berselingkuh, berzina dan menodai kesucian
memaksaku bertobat atau pasrah untuk dirajam
Sambil menyodorkan kitab peraturan

Aku bingung, wahai kekasih
Tubuhku terbakar oleh bara api di hati
Namun dia senantiasa datang dengan tuduhan
Bahwa ini tindakan kafir dan gila-gilaan
O, suara siapa yang patut kudengar?
: "Dengarlah suaraku,"kata Tuhan
( Dia menolak keangkuhan seseorang
Yang masih terbelenggu oleh aturan )
: 'Saat berada di dalam rumahKu
Tak lagi diperlukan arah kiblat, kata Tuhan
( Rambu-rambu di jalan raya tak lagi diperlukan
Ketika si Pejalan sudah tiba di rumah tujuan )
puisi Odhy's , RSGS

