Berkemas Pulang
perjalanan panjang yang kau rajut
akhirnya memberimu peta ke tempat pulang
musim ke musim langkahmu hanya mengitari
taman semata. Akhirnya bagai burung
kelelahan merindukan istirah
dengarlah angin yang berbisik detik ke detik
tak hanya kelelahan, katanya: semua hasil
mesti dibawa. Agar di tempat asal kita punya
perbekalan dan tak pulang dengan sia-sia
dengarlah bangku-bangku taman yang memperingatkan
kalian si Pembawa Beban Usia, katanya: menunggu
kendaraan jemputan sambil menghitung-hitung apa
yang hendak dibawa. Berhitunglah seperti pedagang
mereguk untung sebanyak-banyaknya
O, jubah yang kemarin kau jahit satusatu
saat kepulangan tiba tak selembar pun bisa membantu
sebab lebih mudah melepaskan semua ke belakang
agar di perjalanan mendaki kelak bebas melenggang
puisi by Odhy's, RSGS


