Dia Selalu Berbisik

Puisi sang Lebah, Dia Selalu Berbisik














ada saatnya daku berputus-asa. Maka kudengar bisiknya
 "sudahlah,.." sambil membuka daun pintunya lebar-
    lebar
jelas mataku menyaksikan jemarinya menabur serbuk
     kasih- sayang
ke dalam larutan nuraniku yang keruh; kotor oleh kristal
    duniawi
aku terbodoh-bodoh, bagai kerbau ditusuk hidung
ikut saja pesan-pesan purbanya, Berdiri menghadap
   cahya
tunduk dibawah cahya. Sujud mencium cahaya
membiarkan dia tersenyum dengan sumber cahaya
    di tangannya

namun tetap tak kumengerti. Pertanyaanku tak pernah
    mau dijawabnya
tapi aku menangkap kemarahannya bila kukata :
    patungnyalah
yang kusembah saban waktu. "sudahlah," bisiknya
"semua janji sudah kuobral. Dan larutan nuranimu
    sudah sebening kaca"
aku segera melongok gelasku (betapa kagetnya!)
ternyata dia telah mengisinya dengan anggur nomor satu
maka aku merasa gembira. Meluap sampai
    ngigau "bila demikian marilah kita bercinta sampai
    mabok. "Tak usah peduli oleh bising di luar gelas kita
    berdua"

lalu mentari memasakkan tanah mentah di daun-daun
    kita
angin memberi data tentang tangal, hari dan jam
    bertamunya
bunga dan putik dan buah. Kita tinggal menunggu panen
kita tinggal panen saja. " Ya. sudahlah,.."


                                                                   puisi Odhys..Dia Selalu Berbisik  (RSGS)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url