Bercumbu Rindu ku
bercumbu :
jika sinar langit malam tak menentu,
ajaklah dia bercumbu.
dan biarkan asmaranya membakar diri,
hingga tulang menjadi debu...
panggil angin malam yang belum berlabuh
agar menerbangkan debu-debu,
melayang menghalau sinar yang memberkas pekat malam
hingga malam menjadi lebih pekat dalam hitam.
pandanglah hitam pekat langit malam,
sesaat.
dan tidurlah mendengkur sepanjang malam,
hingga esok,
mentari pagi mencemburui diri mu.
rindu ku :
ku ingat dahulu,
saat jejak kaki di pasir pantai tersapu riak ombak.
kata mu ; " di sini kita terpisah,
nun di seberang sana ( mata mu berbinar mengarah ke cakrawala )
kita dipertemukan kembali "...
teringat selalu,
bayang mu berlalu tanpa lambaian tangan,
kau pergi mengangkat sauh.
secepat angin bentang layar mu menghilang dari pandangan.
menemani mentari menjemput cakrawala.
ku lihat kini :
bersama pasir tersapu riak ombak
di pantai tempat kita terpisah,
bersandar cadik layar berkemudi..
bentang layarnya tak sekokoh milik mu dahulu,
tak mengapa..,
kan erat kupegang kemudi ke seberang cakrawala,
menjemput rindu ku yang terbawa bersama mu.. ( L'abeilles oct2012 )


