Bunda kelinci dan Anak Gajah




Duhai,
Bunda kelinci dan anak Gajah.
ketika berada diatas sana,
ku penuhi malam mu dengan wangi setaman

Waktu berlalu,
tak ku hitung matahari dan purnama.
Malam berbalut siang membasuh malam,
masih tersimpan  kristal sinar wajah mu.

Duhai,
Bunda kelinci dan anak gajah.
ketika kau berada disini,
ku penuhi hari mu dengan putik serbuksari bunga.

Waktu berlalu,
tak ku hitung lagi matahari dan purnama.
malam berbalut siang membasuh malam,
ada terasa  nuansa asa merajuk senja.

Duhai,
Bunda kelinci dan anak gajah.
kalau saja tak ada cahaya di dalam sana,
mungkin malam tetap menjadi kelam,
dan siang kerap melahirkan bimbang.

waktu berlalu,
ku hitung kini malam dan purnama,
malam tetap berbalut siang selalu membasuh malam.
sebelum lalu berdiri dan menyapa pergi,
genapkan asa menjadi selaksa dengan rasa.

Atau  bawa bersama maaf mu hingga tiada.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url